Tak Ingin Kecolongan

Tak Ingin Kecolongan

Tak Ingin Kecolongan

Memastikan soal ujian nasional SMP/MTs tidak bocor, anggota DPRD Kota Bandung blusukan sejak pagi buta. Rombongan dewan yang dikoordinasi Ketua Komisi D Achmad Nugraha mendatangi sub-rayon utara SMPN 5 di Jalan Sumatera. Tepat pukul 04.00, kedatangan rombongan disambut Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung Dede Amar yang didampingi Kepala Sekolah SMPN 5 Slamet.

Tanpa membuang waktu mereka langsung mengecek gudang penyimpanan soal ujian nasional.

Mata pelajaran matematika yang menjadi materi ujian di hari kedua unas, langsung diteliti rombongan dewan. Merasa puas, rombongan dewan mempersilahkan Disdik melaksanakan distribusi soal ke-37 SMP di sub-rayon utara yang terdiri dari 11 sekolah negeri dan 26 sekolah swasta. ’’Saya merasa puas semua soal unas masih tersegel rapi,” ujar Amet, sapaan akrabnya, kemarin (5/5).

Sontak sikap politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu mendapat aplaus dari semua yang hadir. Usai shalat Subuh, rombongan langsung menuju gedung DPRD Kota Bandung di Jalan Sukabumi. Usai melakukan rapat koordinasi dengan seluruh anggota Komisi D, Amet beserta rombongan kembali melakukan perjalanan menuju SMPN 1 di Jalan Pasirkaliki.

Di SMPN 1, rombongan kembali disambut Sekdis Dede Amar yang kali ini didampingi Kepala Seksi Kurikulum

Disdik Kota Bandung Win dan Kepala Sekolah SMPN 1 Bambang. Rombongan langsung mendatangi sekretariat penerimaan pengumpulan jawaban unas di ruang belakang. Di tempat itu, sudah tersimpan dengan rapi hasil unas Bahasa Indonesia. Dokumen negara itu berasal dari sub-rayon selatan, SMPN 11 dan SMPN 3.

Sebelum diserahkan secara simbolis ke DPRD, dokumen negara itu diperiksa secara cermat dan teliti. Para legislator mengapresiasi kinerja Disdik dan kepolisian yang sudah bekerja keras mengamankan hasil unas.

Dikatakan Amet, kontribusi kepolisian dan Disdik sangat terasa, terutama dalam memberikan rasa aman

dan nyaman saat siswa melaksanakan unas. ’’Ini sangat berharga. Tidak bisa dinilai dengan uang,” ucapnya.

Berkaca dari dua hari pelaksanaan unas, dirinya mengharapkan unas tingkat SMP tidak mengalami kendala juga masalah. ’’Inilah substansi Bandung Juara. Tidak ada keluhan persoalan pendidikan. Siswa melaksanakan ujian dengan tenang, hasilnya maksimal dan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi tanpa direcoki persoalan biaya. Tidak ada lagi siswa putus sekolah. Sudah waktunya Kota Bandung melaksanakan pendidikan gratis 12 tahun,” papar dia.

Sementara itu, Dede Amar menambahkan, setelah seluruh hasil ujian nasional siswa SMP/MTs se-Kota Bandung terkumpul, akan langsung dikirimkan ke Disdik Jawa Barat. ’’Kita tidak mengendapkan hasil unas di sekretariat pengumpulan. Lebih aman dalam penjagaan pihak provinsi,” klaimnya

 

Sumber :

https://blog.fe-saburai.ac.id/sejarah-wali-songo/