SMKN Di Kota Serang Diduga Lakukan Perpeloncoan

SMKN Di Kota Serang Diduga Lakukan Perpeloncoan

SMKN Di Kota Serang Diduga Lakukan Perpeloncoan

Meski sudah ada Peraturan Menteri Pendidikan nomor 55 tahun 2014 yang melarang perpeloncoan

, pelecehan, dan kekerasan pada siswa baru. Namun hal itu tidak diindahkan sekolah yang ada di Kota Serang.

Hal itu dapat dilihat saat hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2019-2020, masih terdapat perpeloncoan siswa baru di SMKN 7 Kota Serang.

Pada saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMKN 7 Kota Serang. Para siswa baru

membawa name tag dari kardus dan juga membawa barang-barang yang akan disetorkan kepada mentor (Kaka kelas).

Ketua Osis SMKN 7 Kota Serang, Hari Munandar membenarkan, pelaksanaan MPLS di SMKN 7 Kota Serang yang diikuti 361 Siswa selama 3 hari, masih mewajibkan siswa untuk membawa name tag berasal dari kardus.

“Kardus ini, tertulis nama-nama gugus dari bahasa latin dengan tema hewan. Ide inipun berasal dari Mentor

(Kaka kelas) dan murid baru yang mencari nama-nama tersebut dengan dituliskan ke kardus untuk pakai saat MPLS,” kata Hari di sela-sela pelaksanaan MPLS di SMKN 7 Kota Serang, Senin, (15/7).

Selain itu, Hari juga menjelaskan, selain membawa name dari kardus, para siswa baru diwajibkan menyelesaikan teka-teki makanan. Seperti, Rambut Nenek Kriting, yaitu Mie Goreng. Setiap hari berbeda-beda.

“Ini wajib dibawa, sebagai bentuk kedisplinan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala SMKN 7 Kota Serang saat ingin dikonfirmasi, sulit ditemui. Bahkan telah menunggu dari Pukul 08:00 Wib sampai dengan Pukul 12:00 Wib belum dapat ditemui.

 

Baca Juga :