Sinyal Ponsel Pengaruhi Guru

Sinyal Ponsel Pengaruhi Guru

Sinyal Ponsel Pengaruhi Guru

Kalau ditanya, apa saja kira-kira yang menyumbang alias mempengaruhi tingkat kehadiran guru di sekolah

, maka Program Kemitraan untuk Pengembangan Kapasitas dan Analisis Pendidikan (ACDP) punya jawabannya. Itu adalah sinyal telepon seluler.
Apakah cuma itu? ’’Guru-guru banyak yang malas bolos, jika di sekolah iu ada sinyal ponsel, memiliki kamar kecil dan listrik,” ujar konsultan ACDP yang juga peneliti Pusat Penelitian Kebijakan Paramadina Public Policy Institute, Totok A Soefijanto, dalam acara diskusi Manajemen Guru di Jakarta, Rabu (13/5).
Aspek lain yang berpengaruh pada kehadiran guru adalah kehadiran kepala sekolah. ACDP berpendapat, sekolah yang tidak memiliki kepala sekolah memiliki ketidakhadiran guru yang sangat tinggi. ’’Kehadiran kepala sekolah sangat penting terutama di sekolah terpencil,” sambungnya.

Penyumbang lain, sekolah yang melibatkan komite sekolah dalam memantau anggaran sekolah

dan dalam menghubungkan orangtua siswa dan sekolah, memiliki tingkat kehadiran guru yang tinggi.
Sedangkan keterlibatan komite sekolah dalam memantau prestasi murid justru kehadiran guru sangat rendah atau tingkat ketidakhadiran guru tinggi.
’’Sekolah yang memiliki fasilitas banyak dan lebih baik memiliki tingkat ketidakhadiran guru yang lebih rendah,” tambah dia. Guru juga perlu fasilitas.
Tingkat ketidakhadiran guru yang tertinggi terdapat di Kalimantan dengan persentase 14,1 persen. Kemudian diikuti Bali dan Nusa Tenggara dengan persentase 14 persen, serta Papua dan Maluku 11,6 persen.

Sementara ketidakhadiran guru di kelas yang paling tinggi terdapat di Sumatera yakni 17,4 persen

kemudian dilanjutkan Jawa 13,4 persen serta Bali dan Nusa Tenggara 12,5 persen.
Studi ketidakhadiran guru di Indonesia itu tercantum dalam laporan ACDP pada 2014

 

Sumber :

https://blog.fe-saburai.ac.id/sejarah-nazi-dan-adolf-hitler/