Penggunaan Kutipan dan Catatan Kaki

Penggunaan Kutipan dan Catatan Kaki

Penggunaan Kutipan dan Catatan Kaki

Car Free Day (CFD) yang diterjemahkan dengan bahasa Indonesia

‘Hari Bebas Kendaraan Bermotor’ merupakan salah satu ciri khas DKI Jakartasetiap hari minggu saya mengikuti kegiatan tersebut. Kebetulan,  pagi hingga siang ini saya ada kegiatan di Musium Nasional, Jakarta dan menuju ke tempat tersebut saya pergi di pagi hari dengan Bersepeda. Dengan demikian, saya pun sempat menyaksikan suasana CFD di Jakarta

 

CFD diselenggarakan setiap Minggu kedua

dan Minggu terakhir setiap bulannya selama tahun 2012. Pelaksanaannya diadakan  di Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selain itu, penerapannya juga diberlakukan di sejumlah kawasan di masing-masing wilayah administrasi Ibu Kota.

 

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menaiki sepeda

“low rider” milik salah seorang komunitas sepeda yang tengah mengikuti car free day di area Bundaran Hotel Indonesia, Minggu (25/11/2012) pagi.

 

Berawal dari perbincangan di grup whatsapp

dengan teman-teman, katanya malam tahun baru jokowi akan mengadakan Car Free Night Tahun Baru 2013, yang biasanya tuh Car Free Day berlangsung di pagi hari, naaahhh ini di malam hari. Konon acara ini sudah dipersiapkan secara matang dan bakalan di uji coba sebelum hari H. Kalo yang aku baca dari berbagai sumber, Car Free Night di malam tahun baru 2013, Polda Metro Jaya akan menutup ruas jalan sepanjang kurang lebih 7km dari Monas hingga bundaran.

Car Free Night Berlaku mulai hari senin tanggal 31 Desember 2012 pukul 16.00 dan ditutup total pada pukul 20.00 sampai pukul 02.00 setelah pergantian tahun. Pengendara dipersilakan parkir di tempat yang ditentukan seperti Masjid Istiqlal, Lapangan IRTI Monas dan Gelora Bung Karno serta Parkir Timur Senayan.

“Dari hasil rapat tadi, Gubernur mau memberi kado ke masyarakat Jakarta pada saat malam tahun baru dengan menyelenggarakan hiburan dengan 16 panggung yang tersebar,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Arie Budhiman, di Balaikota Jakarta, Jumat (28/12/2012).

 

Panggung-panggung tersebut akan menyajikan banyak hiburan yang diperkirakan dapat menarik perhatian warga Jakarta.

“Kontennya macam-macam, ada musik, mulai dari keroncong, pop, jazz, bahkan ada musik melayu, gambus. Terus nanti ada yang menarik nih wayang kulit Betawi di salah satu panggung itu,”

Jakarta Night Festival ini, kata Arie, tidak terlalu memakan biaya yang banyak dan tidak ada anggaran khusus untuk hal tersebut. Sebab, ada partisipasi dari sponsor dan komunitas.

“Kan kita hiburan rakyat saja. Pada prinsipnya, Gubernur ingin ada sesuatu yang baru di Jakarta dan juga event ini bisa jadi event reguler yang semakin baik nanti dengan persiapan yang sudah jelas,”

Mungkin tujuannya untuk mengurangi kemacetan yang terjadi setiap tahun baru kali ya serta memberi hiburan di moment pergantian tahun. Dan katanya juga sepanjang jalur Car Free Night akan dibangun beberapa panggung yang menampilkan berbagai pertunjukan hiburan.

“Gubernur bilang harus beda, Jakarta harus beda. Pokoknya ada surprise happening art waktu countdown. Tahun ini dahsyatlah,”

Sumber : https://pengajar.co.id/