Pengertian Koordinasi Dan Prinsipnya Lengkap

Pengertian Koordinasi Dan Prinsipnya Lengkap

Pengertian Koordinasi

Koordinasi

Dalam pelaksanaan proses koordinasi agar terlaksana dengan baik, maka sangat diperlukan prinsip koordinasi. Prinsip – prinsip koordinasi menurut Saefuddin ada tiga prinsip utama koordinasi dalam suatu organisasi. Tiga prinsip utama ini merupakan bahan penilaian yang orisinal dan konstruktif yang dapat dikembangkan menjadi beberapa prinsip tambahan. Tiga prinsip utama dalam koordinasi tersebut antara lain:

Prinsip pertama, berupa prinsip kontak langsung

Prinsip pertama ini menyatakan bahwa koordinasi harus dicapai dengan jalan mengadakan hubungan inter dan antar personal baik secara horizontal maupun secara vertikal di dalam organisasi atau perusahaan. Hubungan yang terjadi ini dapat searah atau timbal balik. Hubungan timbal balik antara satuan-satuan organisasi dalam sebuah organisasi tidak lain untuk tukar pendapat, pemikiran, maksud–maksud tujuan dan tindakan-tindakan, yang mengarah pada lahirnya kesamaan pendapat untuk mencapai tujuan yang sama.

Prinsip kedua, berupa prinsip koordinasi di tingkat perencanaan dan kebijaksanaan

Prinsip kedua menyatakan bahwa koordinasi sangat penting diterapkan pada tingkat awal perencanaan dan penentuan kebijakan. Hal ini cukup beralasan, apabila koordinasi baru dijalankan pada saat perencanaan dan  kebijaksanaan sudah mulai diimplementasikan akan mengalami kesulitan. Namun demikain, koordinasi juga dapat dilaksnakan pada saat perencanaan dan kebijaksanaan diterapkan, hanya kemungkinan besar hasilnya tidak optimal. Prinsip kedua ini menghendaki adanya koordinasi yang di terapkan sejak awal sekali, terutama sejak dilakukan pembuatan perencanaan dan kebijaksanaan organisasi yang akan di terapkan.

Prinsip ketiga, berupa prinsip hubungan

Prinsip ini menyatakan bahwa semua faktor dalam suatu situasi saling mempunyai hubungan. Prinsip ini menegaskan bahwa satuan-satuan organisasi saling berhubungan satu sama lain, baik secara langsung maupun tidak langsung. Satuan-satuan organisasi yang belum kokoh kedudukannya dalam organisasi akan mempunyai sifat yang peka terhadap kritik-kritik dari bagian lain. Perencanan dan peraktek-prakteknya di sesuaikan dengan situasi dan kondisi organisasi.

Sedangkan menurut Abdulrachman dalam Skripsi Apri, prinsip-prinsip koordinasi yaitu :

a. Prinsip efisiensi
b. Prinsip kesatuan arah dan tujuan (konvergensi)
c. Prinsip pervasivitas, merupakan segenap kegiatan management dan pelaksanaan
d. Prinsip ketepatan penggunaan alat koordinasi
e. Prinsip dari koordinasi yang strategis

Selanjutnya Sugandha, mengemukakan prinsip-prinsip koordinasi ialah :

a. Adanya kesepakatan dan kesatuan pengertian mengenai sasaran yang harus dicapai sebagai arah kegiatan bersama
b. Adanya kesepakatan mengenai kegiatan atau tindakan yang harus dilakukan oleh masing-masing pihak, termasuk target dan jadwalnya
c. Adanya ketaatan atau loyalitas dari setiap pihak terhadap bagian tugas masing-masing serta jadwal yang ditetapkan.
d. Adanya saling tukar informasi dari semua pihak yang bekerja sama mengenai kegiatan dan hasilnya pada suatu saat tertentu, termasuk masalah-masalah yang dihadapi masing-masing
e. Adanya koordinator yang dapat memimpin dan menggerakkan serta memonitor kerja sama tersebut, serta memimpin pemecahan masalah bersama.
f. Adanya informasi dari berbagai pihak yang mengalir kepada coordinator dapat memonitori seluruh pelaksanaan kerja sama dan mengerti masalah-masalah yang sedang dihadapi oleh semua pihak
g. Adanya saling menghormati terhadap wewenang fungsional masing-masing pihak sehingga tercipta semangat untuk saling membantu.

Dari pemaparan tentang prinsip-prinsip koordinasi di atas dapat dipahami bahwa pada dasarnya yang dimaksud dalam prinsip-prinsip koordinasi adalah suatu prinsip yang mengedepankan suatu hubungan kerja sama yang baik, perencanaan yang baik, serta tujuan yang sama dalam merencanakan program.

 

Sumber : https://pendidikan.co.id/