paradigma organisasional bagi tim rekayasa perangkat lunak

paradigma organisasional bagi tim rekayasa perangkat lunak

paradigma organisasional bagi tim rekayasa perangkat lunak

paradigma organisasional bagi tim rekayasa perangkat lunak

 

Ada 4 paradigma organisasional bagi tim rekayasa perangkat lunak :
1. Paradigma tertutup
Membentuk tim di sepanjang hirarki otoritas tradisional
2. Paradigma random
Membentuk sebuah tim secara longgar dan tergantung pada inisiatif individual anggota tim
3. Paradigma terbuka
Cenderung membentuk tim dengan cara tertentu sehingga tercapai control yang berhubungan dengan paradigma tertutup tetapi sekaligus juga banyak inovasi yang pada saat menggunakan paradigma random
4. Paradigma sinkron
Bertumpu pada penggolongan alami dari suatu masalah serta mengorganisasi anggota tim untuk bekerja pada bagian-bagian kecil masalah dengan komunikasi aktif di antara mereka sendiri.
· Masalah koordinasi dan komunikasi
Beberapa kegagalan disebabkan dari project software. Disini terdapat beberapa yang berhubungan dengan komunikasi dan koordinasi dari project :
· Skala yang lebih luas dari development efforts
· Ketidakpastian pada perubahan requirement dan status team
· Interoperability à interoperations diantara systems
Mekanisme komunikasi formal dan informal yang baik dan efektif :
Pendekatan formal impersonal
documents, deliverables, memos, project milestones,
schedules, project control tools, perubahan permintaan , dan
related documents, error tracking reports dan data.
Formal, interpersonal procedures
aktivitas jaminan kualitas (code dan design inspection, review meeting)
Informal, interpersonal procedures
informal group meeting (seperti meeting dengan customers dan users)
Electronic communication (email, web sites, video-based conference)
Interpersonal network

MASALAH
· Ruang lingkup
1. Konteks >> bagaimana perangkat lunak yang akan dibangun dpat memenuhi sebuah system, produk, atau kontek bisnis yang lebih besar serta batasan apa yang ditentukan sebagai hasil dari konteks tersebut?
2. tujuan informasi >> objek data pelanggan apa yang dihasilkan sebagai output dari perangkat lunak? Objek data apa yang diperlukan sebagai input?
3. fungsi dan unjuk kerja >> fungsi apa yang dilakukan oleh perangkat lunak untuk mentransformasikan input data menjadi output? Adakah ciri kerja khusus yang akan ditekankan?
Ruang lingkup proyek perangkat lunak harus tidak ambigu dan dapat dipahami pada tingkat teknis maupun manajemen. Pernyataan ruang lingkup perangkat lunak harus dibatasi dimana data kuantitatif dinyatakan dengan eksplisit serta factor mitigasi dijelaskan.
· Dekomposisi masalah
Problem decomposition –> dua area:
1. functionality dari delivery software system
2. process yang akan digunakan untuk mengantarkan system
Functional decomposition:
1. mengidentifikasi dan mendefinisikan cakupan fungsi dari sistem
2. mengaplikasikan metode dekomposisi pada masing-masing feature

PROSES
· Menggabungkan masalah dengan proses
Ø Komunikasi pelanggan – tugas untuk membangun komunikasi yang efektif diantara pelanggan dan pengembang
Ø Perencanaan – tugas untuk mendefinisikan resource, timelines dsb
Ø Analisis resiko – tugas untuk menerima resiko teknik dan management
Ø Rekayasa – tugas untuk membangun satu sistem aplikasi atau lebih
Ø Konstruksi dan rilis – installation, release control, dan memberikan dukungan kepada pelanggan
Ø Evaluasi pelanggan – tugas untuk mendapatkan feedback dari pelanggan dan hasil evaluasi demi memperbaiki kualitas dari produk aplikasi tersebut kedepannya
· Dekomposisi proses
Project yang kecil memerlukan beberapa tugas :
1. mendevelop list dari masalah yang telah diklarifikasi
2. bertemu dengan customer untuk mengklarifikasikan masalah
3. menggabungkan cakupan dari beberapa statement
4. mereview state dari scope
5. memodifikasikan cakupan statement yang diperlukan