Hanya Tiga SMP

Hanya Tiga SMP

Hanya Tiga SMP

Mulai hari ini (4/5) hingga Kamis (7/5) mendatang, pelajar tingkat SMP akan

menjalankan Ujian Nasional (Unas). Berkaca dari Unas SMA bulan lalu, para peserta Unas tingkat SMP diminta untuk tidak mempercayai bila ada sebaran soal atau kunci jawaban Unas. Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar) Asep Hilman.

Dia mengaku, tidak menampik jika dalam momen Unas ini banyak yang memperjual belikan naskah atau kunci jawaban Unas. Namun, dia meminta peserta Unas untuk percaya diri. ’’Kita mengimbau ke anak-anak untuk memposisikan Unas ini tidak berlebih-lebihan. Unas ini tidak menjadi momok yang menakutkan. Fokus dan percaya diri saja,’’ ujar Asep saat dihubungi Bandung Ekspres kemarin (3/5).

Asep mengatakan, di titik bongkar naskah soal pun, pihaknya sudah meminta ke setiap kabupaten/

kota untuk melakukan penjagaan yang ketat. Selain penjagaan dari intern sekolah, koordinasi pula dengan aparat kewilayahan setempat.Meki begitu, SOP (Standard Operating Procedure) tidak berubah. ’’Ada penanggung jawab di sana dan kita koordinasi dengan kepolisian setempat,’’ ungkap dia.

Di Jawa Barat sendiri, Asep menyebut ada 790.198 dari 8.603 SMP di Jabar akan melaksanakan Unas. Pihaknya mengklaim, segala persiapan sudah dilakukan secara maksimal. Bahkan, dia menilai persiapan sudah 100 persen. ’’Kepsek sudah siap. Intinya Unas besok (hari ini) sejauh ini sudah siap 100 persen,’’ ujar dia.

Namun, pelaksanaan Unas tahun ini terdapat perbedaan dari tahun sebelumnya. Selain tidak

menentukan kelulusan, sekolah-sekolah juga bisa menjalankan Unas berbasis komputer atau Computer Based Test (CBT). Namun, dari 8603 SMP di Jawa Barat, hanya tiga sekolah yang menjalankan Unas CBT ini.

Tiga sekolah tersebut di antaranya SMPN 1 Cibinong, SMP Cahaya Bangsa Kota Baru Parahyangan, dan SMP Nurul Fikri Kabupaten Bandung Barat (KBB). Asep memastikan, persiapan Unas CBT pun sudah matang. ’’Tiga sekolah ini sudah biasa based IT. Jadi sudah siap,’’ ujarnya.

Asep menuturkan, belum banyaknya sekolah SMP di Jabar melaksanakan Unas CBT ini dikarenakan masih terkendalanya sarana dan prasarana di tiap sekolah. Selain itu, dia menilai sosialisasi mengenai Unas CBT ini kurang kencang.

Bahasa Indonesia menjadi mata ujian pembuka pagi ini. Meski tidak lagi menjadi ujian “sakral”,” karena bukan penentu kelulusan, pengawas ruang ujian diminta untuk menjaga sungguh-sungguh.

Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud Nizam menjelaskan, unas yang tidak lagi menjadi penentu kelulusan bukan berarti dijalankan seenaknya. ’’Proses pendistribusian naskah ujian berjalan cukup baik. Pelaksanaan ujiannya juga harus baik,’’ katanya di Jakarta kemarin.

Dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) itu mengatakan, aturan tentang pengawasan ujian sudah dibahas detail dalam SOP yang diterbitkan Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP). Nizam menjelaskan SOP antara unas SMA dengan SMP nyaris sama. Perbedaan hanya terletak pada jadwal pelaksanaan unas SMA dan SMP.

SOP Unas 2015 sudah diterbitkan BSNP beberapa pekan sebelum unas SMA dilaksanakan April lalu. Sehingga, dia yakin para guru atau pengawas unas SMP sudah mempelajarinya dengan baik. ’’Jangan ada lagi kelemahan atau pengawasan yang longgar, gara-gara pengawas tidak tahu aturannya,’’ ujar dia.

Pejabat yang khas dengan tas punggung itu menjelaskan, pelanggaran prosedur pengawasan yang rentan terjadi adalah lolosnya siswa membawa HP, tablet, atau sejenisnya ke ruang ujian. Nizam menegaskan perlengkapan elektronik itu sama sekali dilarang masuk ke ruang ujian. Perlengkapan itu ditaruh di tas kemudian dikumpulkan di luar ruang ujian.

 

Baca Juga :