BERSIKAP ADILLAH WAHAI SALAFIYYIN

BERSIKAP ADILLAH WAHAI SALAFIYYIN

BERSIKAP ADILLAH WAHAI SALAFIYYIN

Melalui tulisan ini, saya sebagai guru terhadap murid-murid saya, sebagai da’i (juru dakwah) kepada para mad’u (pihak yang didakwahi), atau kepada bekas murid saya yang sekarang sudah merasa lebih pintar dari saya, dan sebagai orang tua kepada anak-anak saya yang mulai menginjak remaja, saya wasiatkan untuk mereka semua dan khususnya untuk diri saya sendiri:

1). Takutlah kepada Allah yang Maha Tahu apa yang tersembunyi di lubuk hati yang paling dalam dan apa yang terucap di lisan. Dia terus menghitung amalan dhahir dan batin kita, untuk diampuni oleh-Nya atau diperhitungkan di hari Mahsyar nanti.

2). Kita di dunia ini bisa saja bersilat lidah dalam segala perkara. Perbuatan dusta dan khianat dianggap enteng karena dilakukan dengan alasan takut sesat dan menyimpang dari jalan Allah. Padahal yang didustai dan dikhianati adalah para ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah dan para salafiyyin. Mari kita camkan peringatan dan nasehat Allah Ta`ala berikut ini:

“Kalau tidak karena keutamaan Allah atas kalian dan karena rahmat-Nya di dunia dan akhirat, niscaya akan menimpa kalian adzab yang besar akibat berita-berita bohong yang kalian tebarkan dengan lisan-lisan kalian. dan kalian berucap dengan mulut-mulut kalian suatu perkara yang kalian sendiri tidak mengerti. Kalian menyangka bahwa perbuatan yang demikian itu adalah perkara yang enteng, padahal perkara tersebut adalah besar di sisi Allah. Dan seandainya kalian tahu darimana berita yang kalian dengar itu, niscaya kalian akan mengatakan: “Tidak pantas kami berbicara seperti ini, Maha Suci Engkau ya Allah, berita ini sungguh kedustaan yang besar.” Allah menasehati kalian untuk jangan kalian ulangi perbuatan kalian seperti ini selama-lamanya walau kalian memang orang-orang yang beriman.” (An-Nur: 14 – 17)

3). Keikhlasan kita dalam beramal di jalan Allah dan untuk Allah, serta kesungguhan kita untuk mencocoki tuntunan Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wa sallam dalam beragama, akan diketahui di belakang hari dalam kelanggengan serta istiqamahnya kita di atas sunnah Nabi. Amalan yang ikhlas karena Allah dan di jalan Allah, pasti akan terasa barakahnya di masa kini dan di masa yang akan datang bahkan mungkin di masa anak cucu kita:
(ayat)
“Adapun buih, maka ia akan sirna dengan sia-sia, dan adapun yang bermanfaat bagi manusia, maka itulah yang akan tinggal di muka bumi. Demikianlah Allah memberikan permisalan.” (Ar-Ra’du: 17)

Al-Imam Ath-Thabari dalam Tafsirnya membawakan riwayat penafsiran Ibnu Zaid terhadap ayat ini, beliau mengatakan: “Ini adalah permisalan yang Allah berikan tentang kebenaran dan kebatilan.” Dibawakan pula tafsir dari Atha’: “Allah memberikan permisalan tentang kebenaran dan kebatilan, maka Allah memisalkan kebenaran seperti aliran air yang tetap mengalir di bumi. Sedangkan kebatilan, Allah misalkan seperti buih yang tidak bermanfaat bagi manusia.” (Tafsir Ath-Thabari 7 / 372)

Oleh karena itu beramalah masing-masing kita untuk menjunjung tinggi kemuliaan agama Allah, mengajarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman salafus shalih. Jangan saling mengganggu dengan undangan menghadiri acara baca puisi persatuan atau drama persaudaraan. Masa bersantai-santai sudah lewat, yang ada sekarang adalah bersungguh-sungguh di hadapan Allah Ta`ala dalam mempelajari, mengamalkan, mengajarkan agama kepada sekalian umat manusia dan membela kemuliaannya dari rongrongan para musuh-musuh Allah.

4). Kita akan berjumpa di padang Mahsyar nanti di hadapan mahkamah Allah Ta`ala yang Maha Adil. Siapkanlah masing-masing kita untuk perjumpaan itu, kalau seandainya Allah Ta`ala menaqdirkan bahwa kita tidak sempat lagi berjumpa di alam dunia ini. Semua kedustaan dan kepalsuan yang meliputi kehidupan di dunia ini akan terbongkar dan terbukti kekejiannya. Karena rasanya kalau kita di dunia ini disibukkan untuk mengurusi kepalsuan dan kedustaan itu, sangat dikuatirkan justru akan menghabiskan waktu kita yang tinggal sedikit hari lagi ini. Oleh sebab itu, biarkanlah kedustaan dan kepalsuan itu berhasil ditutup-tutupi terus oleh pelakunya dan serahkan semua itu kepada Allah Ta`ala yang akan membongkarnya dengan cara-Nya sendiri. Adapun masing-masing kita manfaatkanlah waktu yang pendek ini untuk beramal di posisi masing-masing sampai datangnya jemputan malakul maut.

5). Perjuangan di jalan Allah haruslah dilakukan dengan ta`awun (tolong-menolong) menurut tuntunan syariah Islamiyah. Dan untuk itu, masing-masing kita mencari teman yang tidak pernah mengkhianati kita dan tidak pernah mempermainkan kita dengan kedustaannya. Agar perjuangan itu dapat dijalankan dengan aman, tanpa ada kekuatiran untuk ditikam dari belakang. Perjalanan perjuangan masih panjang sedangkan waktu kita amatlah sedikit. Jadi karena itu, bergegaslah mencari teman yang baik untuk melanjutkan sisa perjalanan ini. Selamat melanjutkan perjuangan dakwah salafiyah, lanjutkan derap perjuanganmu. Jangan mundur sesentipun dan jangan berfikir untuk mundur karena musuh agama terus menggempur dan mengganyang. Korban telah berjatuhan dalam bentuk kesesatan banyak orang dalam beragama dan mereka perlu pertolongan segera. Semoga Allah menguatkan hati kita dalam keikhlasan karena-Nya dan dalam mencocoki tuntunan Nabi-Nya. Amin ya mujibas sailin.

Sumber : https://aziritt.net/