Alaihimassalam Memulai Kehidupan

Alaihimassalam Memulai Kehidupan

Alaihimassalam Memulai Kehidupan

Alaihimassalam Memulai Kehidupan

Setelah diturunkan ke muka bumi, mulailah babak-babak kehidupan di dunia dijalani oleh Adam dan Hawa alaihimas salam. Allah Ta’ala menaqdirkan dengan HikmahNya yang Maha Sempurna, bahwa turunnya Adam dan Hawwa’ di muka bumi ini dengan tempat yang terpisah jauh setelah keduanya berkumpul berduaan selalu di surga Allah. kemaksiyatan yang dilakukan oleh keduanya menyebabkan terjadinya perpisahan yang menyedihkan. Bagaimana tidak menyedihkan, ketika Adam diciptakan oleh Allah Ta’ala dalam keadaan sendirian di surga, dia merasa kesepian dan sangat memerlukan adanya teman hidup untuk mengusir kesepian yang mengepungnya. Dan ketika Allah Ta’ala akhirnya menciptakan teman hidupnya yaitu Hawwa’ sebagai pasangan serta istrinya, Adam mulai mencintai teman hidupnya ini. Di saat itulah perpisahan keduanya ketika diturunkan di dunia dengan tempat turun yang berjauhan antara satu dengan lainnya. Maka kehidupan di muka bumi dimulai dengan kesedihan perpisahan dari kekasih. Adam diturunkan di India dan Hawwa’ diturunkan di Jeddah dekat Makkah. Dua tempat yang sangat berjauhan ketika bumi hanya diliputi hutan belantara yang sangat dahsyat. Adam dan Hawwa’ alaihimassalam menangis dan menangis ketika sampai di bumi demi melihat betapa sengsaranya kehidupan di dunia ini dibandingkan dengan kehidupan di surga Allah. Al Imam Al Auza’ie meriwayatkan dari Hasan bin Athiyyah bahwa Adam dan Hawwa’ menangis ketika turun di bumi selama enampuluh tahun karena menyesali berbagai kenikmatan di surga yang tidak didapati lagi oleh keduanya di bumi ini. Keduanya juga menagis karena menyesali dosa yang dilakukan oleh keduanya. Demikian Ibnu Katsir membawakan riwayat tersebut dalam Al Bidayah Wan Nihayah jilid 1 hal. 74.

Namun Adam dan Hawwa’ tidak boleh terus menerus larut dalam kesedihannya. Allah Ta’ala menurunkan malaikat Jibril alaihis salam ke bumi untuk mengajari keduanya berbagai cara bercocok tanam untuk mendapatkan bahan makanan yang layak untuk dikonsumsi keduanya dan kelak anak cucunya. Maka mulailah keduanya menjalani perjuangan hidup didunia dengan segenap pahit getirnya kehidupan.

Sumber : https://andyouandi.net/